Translate

Showing posts with label EPTSI. Show all posts
Showing posts with label EPTSI. Show all posts

23 June, 2013

Cerita Angin dan Awan

prasetyo202.blogspot.com

Alkisah, suatu waktu terjadi komunikasi antara awan dengan angin. Ini terjadi karena si Angin melihat si Awan yang kerjanya hanya berjalan kesana kemari seolah tanpa tujuan dan tidak memiliki kekuatan yang memadai, karena hal tersebut timbul sifat iseng si Angin untuk berusaha mengerjainya. “Hai Awan, mari kita tunjukkan siapa yang paling kuat diantara kita !” tantang si Angin kepada Awan. Sang Awan dengan kalem menjawab, “Baik, apa yang akan kau jadikan tantangan ?”. Si Angin menjawab dengan pongah, “Kamu lihat seseorang dengan baju merah muda dibawah itu, bagaimana jika kita adu kekuatan sehingga orang tersebut menanggalkan pakaiannya”. “Siapa yang dapat membuat orang tersebut menanggalkan pakaiannya, maka dialah pemenangnya,” tambah si Angin lagi. “Baik, aku terima tantanganmu” kata Awan. 
Memang, tepat di saat itu terdapat seseorang pria yang sedang berjalan. Orang tersebut berpakaian (tentunya). Dan dia tidak menyadari apa yang akan terjadi, dan dirinya menjadi barang pertaruhan.
“Aku duluan !” kata Angin. “Silahkan” kata Awan. Kemudian si Angin mempersiapkan diri untuk segera beraksi. Sesaat kemudian dia meniupkan angin. Mula-mulai sepoi-sepoi kemudian mulai kencang, semakin kencang dan semakin kencang. Sekencang-kencangnya angin meniup, yang ditujukan kepada orang di bawah tadi. Apa yang terjadi dengan pakaian orang tersebut apakah tanggal ?

Begini ceritanya, ketika sang Angin meniupnya dengan pelan dia merasa enak karena di siang terik ini ada angin yang sepoi, namun ketika semakin kencang angin bertiup, reaksi orang tersebut adalah menahan pakaiannya agar tidak terbawa oleh angin. Semakin kencang angin yang bertiup, semakin kencang pula orang tersebut mempertahankan pakaiannya agat tidak lepas. Hingga beberapa saat lamanya hal ini terjadi, terengah-engah si Angin meniup, namun baju orang tersebut tidak lepas juga.

“Kini giliranku,” kata si Awan. Kemudian dia beraksi, dengan pelan dia menyingkir, memberikan kesempatan kepada matahari untuk bersinar terik tepat mengenai orang tadi dan lingkungan sekelilingnya. Setelah beberapa saat, orang tersebut merasa gerah karena sinar matahari sangat menyengat kulitnya, gerah itu ditambah lagi dengan baju yang masih dipakainya. Maka setelah beberapa saat ia membuka bajunya untuk mengurangi rasa panas yang diakibatkan oleh terik sinar matahari yang tidak terlindungi oleh awan.
“Bagaimana ?” tanya Awan kepada Angin. Namun Awan tidak mendengar jawaban dari Angin, ternyata si Angin telah pergi dengan membawa rasa malu akibat kepongahannya menyepelekan awan yang selama ini kadang berpindah tempat dengan mengikuti tiupan angin darinya.

Akibat Kenaikan Harga BBM Bagi Rakyat


Akibat kenaikan BBM bagi masyarakat Indonesia tidak bisa kita pungkiri akan terjadi. Rencana kenaikan harga BBM oleh Pemerintah dan juga iklan-iklan layanan masyarakat dari pemerintah mengenai sosialisasi harga BBM naik juga telah banyak memicu serta menimbulkan demo penolakan harga BBM naik di masyarakat. Baik yang dilakukan oleh para mahasiswa maupun dari berbagai kalangan masyarakat sendiri yang menolak kenaikan harga BBM ini. Karena memang dampak kenaikan harga BBM bagi rakyat terutama rakyat kecil akan begitu sangat terasa.

Walaupun Pemerintah Indonesia juga telah menyiapkan tehnis kompensasi kenaikan harga BBM ini yaitu dengan program barunya yang dinamakan dengan penyaluran Bantuan Langsung Sementara Masyarakat (BLSM). Yang tentunya juga akan memberikan bantuan secara perekonomian langsung kepada masyarakat bawah yang sangat membutuhkannya.

Raskin juga merupakan salah satu program perlindungan sosial yang disiapkan pemerintah akibat kenaikan harga BBM. Pemerintah menaikannya dari 12 kali per tahun menjadi 15 kali. Tahun depan, terhitung sejak Januari 2014, jatah raskin yang sebelumnya 15 kg menjadi 20 kg. Pemerintah telah mengalokasikan Rp 4-5 triliun untuk 15,5 juta rumah tangga miskin sasaran (RTMS) diseluruh Tanah Air
Dampak Akibat Kenaikan Harga BBM Bagi Rakyat

Seperti yang kita ketahui bersama HARGA BBM NAIK ini adalah berkisar antara sebesar Rp 1.000 - Rp 2.000 yaitu untuk harga premium (bensin) akan naik menjadi Rp 6.500 per liter dari harga sebelumnya yang hanya Rp 4.500 per liternya. Sedangkan untuk harga solar akan naik menjadi Rp 5.500 per liter dari harga sebelumnya yang hanya Rp 4.500 per liternya.

Kenaikan harga BBM tahun 2013 ini memang dipicu salah satunya adalah lonjakan konsumsi BBM bersubsidi. Dengan harga BBM yang terhitung murah, dibandingkan dengan harga BBM di luar negeri dan juga perbedaan antara harga BBM bersubsidi dan tidak bersubsidi yang begitu besar, maka justru yang mendapatkan subsidi besar adalah orang yang menggunakan mobil. Bukan rakyat atau pun masyarakat serta penduduk yang selayaknya mendapatkan subsidi, seperti tukang ojek dan para nelayan serta yang lainnya.

Alasan dan penyebab harga BBM naik lainnya, harga minyak mentah internasional yang saat ini terus meningkat juga akan menekan fiskal Indonesia. Tentunya ini membuat anggaran negara menjadi tidak sehat. Selain itu, Menurut Ketua DPR, Marzuki Alie di DPR, Jakarta, Jumat (19/4) mengatakan bahwa untuk tahun 2013 ini saja anggaran untuk subsidi BBM sudah hampir 25 persen dari anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN) atau hampir mencapai angka Rp 350 triliun.

Presiden SBY juga telah memberikan alasan kenaikan harga BBM itu kemarin sore melalui berita di Televisi. Tinggal menunggu sampai tanggal 17 Juni 2013 nanti ketika DPR menyetujuinya ketika diadakan sidang paripurna membahas APBNP 2013. Sehingga memang rencana naiknya harga BBM ini tidak bisa ditunda lagi seperti pada bulan Mei kemarin yang direncanakan naik, namun akhirnya batal.

Namun di sini lainnya, kompensasi pemerintah melalui program Bantuan Langsung Sementara Masyarakat BLSM sebagai bentuk pengaman sosial untuk mengompensasi dampak kenaikan BBM. Di luar efektifitas dan ketepatan sasaran dalam penyalurannya, sejatinya BLSM hanya akan mengatasi persoalan dalam jangka pendek karena sifatnya yang sementara dan bentuk secara tunai. Efek multipel dan berkenajutan atas kenaikan harga BBM dampaknya akan jangka panjang dalam menambah beban kehidupan masyarakat ekonomi lemah.

Rencana kenaikan harga BBM juga telah memicu kenaikan harga-harga bahan pokok masyarakat walau secara perlahan. Para ibu rumah tangga lah yang pertama kali merasakan kenaikan harga-harga sembilan kebutuhan pokok tersebut. Belum lagi nantinya setelah benar-benar dinaikkan oleh Pemerintah, harga akan semakin melonjak naik. Serta otomatis akan memicu kenaikan harga transportasi massal masyarakat juga.

Pengamat energi Kurtubi menegaskan kenaikan harga BBM bersubsidi ini akan mencederai kehidupan masyarakat kecil. Dana kompensasi yang dijanjikan, menurutnya, diperkirakan juga tidak maksimal membantu masyarakat karena rawan akan benturan kepentingan politik menjelang PEMILU 2014 nanti.

Lalu bagaimana dengan pendapat sahabat semuanya mengenai akibat harga BBM naik ini bagi kehidupan perekonomian masyarakat kita teritama masyarakat enokomi lemah yang akan banyak menangung resiko dampak naiknya harga BBM bersubsidi di tahun 2013 ini...?

20 June, 2013

PAGI DI DEPOK


Subuh baru saja dimulai di KOTA ini, DEPOK. Kurang dari sejam lagi semua akan berubah cerah. Terlihat terang karena mentari akan hangati bumi. Ada yang berbeda? Tidak. Semua rasa masih sama. Hawa dingin pagi masih sama, tapi entah asa ini akankah sama? Pagi ini pasti beda dengan pagi seribu tahun lalu dan akan berbeda dengan seribu tahun lagi. Walau rasa masih terasa sama, saya Tidak yakin akan sama di tahun-tahun berikutnya.

Kenapa? Karena setahun lalu saja, desa ini tak seperti sekarang. Semakin banyak KEBUN berkurang, semakin banyak POHON tak lagi sama. Malah berkurang.

Apa artinya saya percaya dengan teori (sebenarnya saya lebih percaya itu sebagai konspirasi, ketimbang teori) Climate Change Al Gore? Tidak. Karena memang perubahan iklim terus saja terjadi secara alami dari tahun ke tahun, sedangkan akibat dari yang terjadi hari ini : banjir, kutub mencair, beruang kutub berkurang, debit mata air berkurang, dll-- tentu adalah karena ulah manusia. Dan itu terjadi tidak memengaruhi bumi secara global. Lalu emisi? Emisi benar memengaruhi subu suatu daerah dan itu tidak memengaruhi bumi secara global. Di sinilah letak kerawanan berpikir globalisasi, semua dianggap satu, unity, tidak melihat akar masalah.

Dan ini pula yang dijadikan tawar-menawar merativikasi emisi gas karbon. Dan tentu saja, negara adidaya selalu menolak itu. Negara berkembang harus dikorbankan. Dan di sinilah kita, seperti yang pernah saya tulis tahun lalu, dibodohi bertahun-tahun. Tapi terlepas dari itu, saya, harus mengajak pembaca untuk terus menjaga kelestarian lingkungan. Karena mau tak mau kita akan terus berhubungan langsung terhadap alam sekitar. So, lets green, lets greeny.

ETOS KERJA BANGSA JEPANG

Berbicara tentang kedisiplinan dan komitmen untuk lakukan yang terbaik, budaya kerja bangsa Jepang bisa dijadikan sebagai contoh. Bangsa Jepang dikenal sebagai bangsa yang disiplin dan tingkat produktivitasnya tinggi. Berkat budaya kerjanya itu maka mereka bisa menjadi bangsa yang tingkat ekonominya sejajar dengan negara-negara maju di Eropa dan Amerika.
Orang jepang terkenal dengan etos kerjanya yang luar biasa. Etos kerja ini memiliki peranan penting atas kebangkitan ekonomi jepang, terutama setelah kekalahan Jepang diperang dunia kedua. Dulu orang Jepang bukanlah orang yang memiliki etos kerja yang tinggi. Mereka tidak disiplin dan lebih senang bersantai dan menghabiskan waktunya untuk bersenang-senang.
Namun kekalahan Jepang pada perang dunia kedua mengubah keadaan yang serba santai dimasa lalu. Ekonomi Jepang kacau balau, pengangguran dimana-mana. Saat itu mereka tidak punya pilihan lain selain bekerja dengan sangat keras agar bisa survive. Kondisi yang serba tidak enak itu secara tidak langsung menempa kedisiplinan mereka dan memiliki peran yang sangat signifikan dalam pembentukan etos kerja mereka yang begitu mengagumkan. Etos kerja tersebut menular ke generasi selanjutnya dalam konsep moral yang ditanamkan dengan ketat melalui jalur pendidikan.
Berbagai disiplin bangsa Jepang ditempat kerja mereka akan diuraikan dalam berbagai contoh sbb:

1. Prinsip Bushido
Prinsip tentang semangat kerja keras yang diwariskan secara turun- menurun. Semangat ini melahirkan proses belajar yang tak kenal lelah. Awalnya semangat ini dipelajari Jepang dari barat. Tapi kini baratlah yang terpukau dan harus belajar dari Jepang.

2. Prinsip Disiplin Samurai
Prinsip yang mengajarkan tidak mudah menyerah. Para samurai akan melakukan harakiri (bunuh diri) dengan menusukkan pedang ke perut jika kalah bertarung. Hal ini memperlihatkan usaha mereka untuk menebus harga diri yang hilang akibat kalah perang. Kini semangat samurai masih tertanam kuat dalam sanubari bangsa Jepang, namun digunakan untuk membangun ekonomi, menjaga harga diri, dan kehormatan bangsa secara teguh. Semangat ini telah menciptakan bangsa Jepang menjadi bangsa yang tak mudah menyerah karena sumber daya alamnya yang minim juga tak menyerah pada berbagai bencana alam, terutama gempa dan tsunami.

3. Konsep Budaya Keishan
Perubahan secara berkesinambungan dalam budaya kerja. Caranya harus selalu kreatif, inovatif, dan produktif. Konsep Keisan menuntut kerajinan, kesungguhan, minat dan keyakinan, hingga akhirnya timbul kemauan untuk selalu belajar dari orang lain.

4. Prinsip Kai Zen
Mendorong bangsa Jepang memiliki komitmen tinggi pada pekerjaan. Setiap pekerjaan perlu dilaksanakan dan diselesaikan sesuai jadwal agar tidak menimbulkan pemborosan. Jika tak mengikuti jadwal, maka penyelesaian pekerjaan akan lambat dan menimbulkan kerugian. Oleh karena itu, perusahaan di Jepang menerapkan peraturan “tepat waktu”. Inilah inti prinsip Kai Zen: optimal biaya dan waktu dalam menghasilkan produk yang berkualitas tinggi.

5. Perusahaan untung besar, saya juga akan untung
Disiplin dan semangat kerja inilah yang membentuk sikap dan mental kerja yang positif. Disiplin juga menjadikan para pekerja patuh dan loyal pada perusahaan atau tempat mereka bekerja. Mereka mau melakukan apa saja demi keberhasilan perusahaan tempat mereka bekerja, bahkan hebatnya mereka sanggup bekerja lembur tanpa mengharapkan bayaran tambahan. Karena mereka beranggapan jika hasil produksi meningkat dan perusahaan mendapat keuntungan besar, secara otomatis mereka akan mendapatkan kompensasi setimpal. Dalam pikiran dan jiwa mereka sudah tertanam keinginan melakukan pekerjaan sebaik mungkin. Gagal melakukan tugas sama halnya mempermalukan diri sendiri, bahkan harga diri mereka merasa hilang.

6. Malu, kalau pulang lebih cepat
Mereka yang pulang lebih cepat dianggap sebagai pekerja yang tidak penting dan tidak produktif.  Ukuran nilai dan status orang Jepang didasarkan pada disiplin kerja dan jumlah waktu yang dihabiskan di tempat kerja. Kecintaan orang Jepang pada pekerjaannya, membuat mereka fokus pada pekerjaannya. Tanpa ada pengawas pun mereka bekerja dengan baik, penuh dedikasi, dan disiplin.

7. Kerja ya kerja, istirahat betul-betul istirahat
Ketika jam 8 pagi masuk kerja, tak ada lagi obrolan dan canda, mereka langsung bekerja di komputer masing-masing atau sibuk langsung di depan workstation masing-masing. Baru ketika tiba saatnya hiru gohan no jikan (makan siang) mereka hentikan aktivitas masing-masing dan bercanda ria dengan teman-teman sambil menuju shokudo (kantin).

8. Tidur 30 menit, di waktu jam istirahat
60 menit jam makan siang, rata-rata dibagi 30 menit untuk urusan makan siang, 30 menit untuk tidur sejenak, guna memulihkan energi lagi. Mereka akan sisihkan waktu untuk tidur sambil merebahkan kepala di meja kerja masing-masing. Re-charge energi.

9. Disiplin soal kecil-kecil
* Sampah yang jatuh di area kerja, harus dipungut dengan tangan kosong (sude), tidak boleh memakai alat.
* Jika menemukan puntung rokok atau permen karet, Anda harus segera pungut, tidak peduli siapa yang membuangnya, Anda tidak boleh pura-pura seolah tidak melihatnya.
Tidak ada sukses yang diraih tanpa disiplin diri dan semangat kerja yang tinggi. Tuhan sudah menyediakan berkat-berkatNya untuk kita semua, tinggal kita yang "menggali berkat" tersebut dengan semangat dan disiplin kerja yang tinggi.

Dilihat dari disiplin kerja bangsa jepang kita bangsa indonesia perlu belajar dari negeri yang dulu menjajah bangsa ini ..patut kita malu karenanya

17 June, 2013

PELUANG KERJA DI DUNIA IT PALING PROSPEKTIF


Teknologi Informasi merupakan teknologi yang berkembang pesat dalam beberapa tahun terakhir. Teknologi ini meliputi pengolahan data, termasuk memproses, mengirim, mendapatkan, menyusun, menyimpan, menjaga memanupulasi data dalam berbagai cara untuk menghasilkan informasi yang akurat dan tepat waktu. Infrastruktur dari teknologi Informasi adalah komputer, peralatan pendukung (Peripheral Devices), perangkat lunak, dan peralatan untuk komunikasijaringan.

Perkembangan Teknologi informasi membawa banyak perubahan pada system kehidupan, terutama tranformasi dari system manual kesistem yang terkomputerisasi pada berbagai pelayanan masyarakat. Perkembangan Teknologi tersebut tentunya berorientasi pada kemudahan pada masyarakat dalam melakukan berbagai kegiatan.

Dengan teknologi informasi, kemudahan dalam memperoleh, menciptakan, mengolah, dan mendistribusikan data dapat diperoleh. Sebagai contoh dalam system perbankan, dengan teknologi informasi dapat mengolah cek nasabah dan membuat berbagai laporan rekenin Koran nasabah dan transaksi yang terjadi dengan akurat. Semakin meluasnya penerapan teknologi informasi dalam berbagai bidang menjadikan profesi sebagai seorang IT menjadi berkembang dengan tingkat persaingan semakin ketat. 

Beberapa profesi IT yang prospektif untuk saat ini :
      Programmer/Developer
Profesi programmer/developer adalah profesi yang paling sering terdengar, karena profesi ini sudah ada sejak diciptakannya komputer itu sendiri. Profesional dalam bidang software development dan consulting umumnya pernah meniti karir sebagai seorang programmer. Keahlian dalam algoritma dan penguasaan terhadap salah satu atau beberapa bahasa memprograman mutlak diperlukan oleh seorang programmer. Programer adalah profesi inti dan tulang punggung dalam software development karena tidak akan terwujud sebuah software aplikasi tanpa adanya programmer, sedangkan tanpa didukung profesi lainnya, seorang programmer dapat membuat sebuah aplikasi yang berguna walaupun dengan cakupan terbatas.

Berdasarkan jenis programming dan output yang dihasilkan, programmer sendiri ada beberapa macam yaitu:

1.1. Hardware Programmer
Hardware programmer sebenarnya adalah bagian dari hardware engineer. Sesuai namanya, mereka melakukan programming secara low level terhadap hardware, misalnya mikrokontroler, embeded sistem, PLC atau device lainnya. Pada awal diciptakannya komputer, programmer jenis ini lebih dominan karena cara memprogram komputer waktu itu mirip dengan cara memprogram mikrokontroller saat ini. Bahasa yang digunakan dulunya adalah bahasa mesin tetapi saat ini cenderung digunakan bahasa assembly dan C.

1.2. System Programmer
Dalam pekerjaannya, system programmer menggunakan low level dan medium level language. Biasanya mereka dipekerjakan dalam pengembangan sistem operasi dan modul-modul pendukungnya. Para pengembangan driver untuk periferal dan programming dalam SIM/UIM card juga digolongkan ke programmer jenis ini. Perbedaan system programmer dengan hardware programmer adalah: System programmer bekerja pada tahap pengembangan suatu platform / sistem operasi atau yang terkait erat dengannya untuk dijadikan sebagai landasan (platform) bagi pengembangan selanjutnya, sedangkan hardware programmer bekerja pada tahap implementasi suatu produk agar sesuai dengan requirement end user. Programmer jenis ini biasa menggunakan bahasa Assembly, C/C++ dan kemungkinan C# dikemudian hari bila sistem operasi yang menggunakan managed code (.Net) benar-benar diluncurkan.

1.3. Application Programmer

Bagi yang sering mendengar profesi “Application Developer”, “Software Developer”, “Web Developer”, “Enterprise Developer” atau “Developer” saja, profesi-profesi tersebut tergolong sebagai Application programmer. Programmer jenis inilah yang paling banyak dan populer di dunia kerja terutama di Indonesia. Hal ini disebabkan karena aplikasi adalah jenis software yang paling banyak di gunakan.

Mungkin anda pernah berpikir, apa perbedaan istilah “application” dengan “software”. Singkatnya, dalam dunia IT, yang disebut application sudah pasti adalah sebuah software, sedangkan software belum tentu sebuah application. Software yang bukan termasuk aplikasi contohnya adalah operating system, device driver, protocol dll. Sedangkan yang dikenal sebagai aplikasi adalah software seperti office suite, image editor, games, sistem informasi retail/swalayan, sistem informasi pendidikan, sistem informasi hotel/retaurant, sistem informasi manajeman gudang, sistem informasi logistik, ERP (Enterprise Resource Planning), SCM (Suply Chain Managemant), CRM (Customer Relationship Managemant) , sistem bank, sistem airline dan masih banyak lainnya.

Dalam pekerjaannya, application programmer menggunakan high level language seperti Java, C#, Visual Basic (VB), VB.Net, Delphi, PHP dll. Dengan menggunakan high level language, proses pengembangan akan lebih mudah dan lebih cepat. Hal ini sesuai dengan tuntutan kebutuhan customer yang terus berkembang dengan cepat.

Dalam hal cakupan keahlian yang dibutuhkan, secara kasar jenis aplikasi dapat dibagi menjadi:
  • Desktop Application (aplikasi yang berwujud Windows Form, WPF, XWindows atau jenis GUI lainnya yang berjalan di O/S masing-masing)
  • Web Application (aplikasi yang user interface-nya berwujud HTML dan diakses dengan web browser, biasa dikembangkan dengan framework PHP, ASP.Net, Java, Spring, Ruby on Rails dll )
  • Database Application (aplikasi yang memerlukan akses ke database menggunakan teknologi seperti ADO.Net, OLEDB, ODBC, JDBC, ORM, Hibernate dll)
  • Distributed Application (aplikasi terdistribusi/server service seperti Web Service, J2EE, WCF, COM+ dll)

Walaupun digolongkan dalam ke empat macam keahlian tersebut, seringkali seorang application programmer harus memiliki keahlian di beberapa jenis aplikasi untuk dapat menghasilkan aplikasi yang berguna. Contohnya: Web programmer harus memiliki kemampuan dalam web application dan database application untuk dapat mengembangkan aplikasi web yang memerlukan database sebagai penyimpanan data.
Tidak sedikit pula programmer yang memiliki keahlian di seluruh jenis aplikasi sehingga sering disebut disebut enterprise application developer.

Programmer/Developer:
Tugas:
1. Membangun/mengembangkan software terutama pada tahap construction dengan melakukan coding dengan bahasa pemprograman yang ditentukan
2. Mengimplementasikan requiremant dan desain proses bisnis ke komputer dengan menggunakan algoritma /logika dan bahasa pemprograman
3.    Melakukan testing terhadap software bila diperlukan

Keahlian yang Diperlukan:
1.     Menguasai Algoritma dan logika pemprograman (ini penting sekali)
2. Memahami metode, best practice dan tool/pemodelan pemprograman seperti OOP, design pattern, UML (kemampuan membaca dan menerapkan)
3. Menguasai salah satu atau beberapa bahasa pemprograman populer seperti C++, VB, PHP, C#, Java, Ruby dll (untuk web developer perlu juga menguasai HTML, DHTML, CSS, JavaScript dan AJAX)
4.    Memahami RDBMS dan SQL (Structured Query Language)
5. Menguasai bahasa Inggris (hal ini sangat penting saat ini karena bahasa en-US merupakan bahasa ibu di dunia IT)

Latar Belakang:

Ilmu Komputer, Teknik Informatika, Manajemen Informatika, Matematika pemusatan studi Komputasi


2. System Analyst

Seiring dengan berjalannya waktu dan perkembangan zaman, kebutuhan aplikasi komputer semakin kompleks. Ada kalanya proses bisnis dan permasalahan dalam suatu organisasi cukup kompleks untuk dijabarkan secara langsung ke sebuah software aplikasi. Biasanya para manajer/direksi perusahaan memahami secara detail mengenai proses bisnis di perusahaannya, misalnya dari sejak procurement, purchasing, manufacturing, warehousing, marketing, accounting dll, tetapi mereka biasanya kurang memahami mengenai bagaimana implementasinya secara teknis dalam software aplikasi. Kemudian seorang programmer biasanya terlalu berkutat dengan coding, algoritma dan hal-hal yang technical sehingga kadang mengalami kesulitan dalam memahami proses bisnis menyeluruh yang umumnya terjadi di organisasi/perusahaan tertentu.

Untuk menjembatani celah ini, maka diperlukan seorang “System Analyst”. Seorang system analyst di satu sisi diharuskan memiliki keahlian dalam menganalisis proses bisnis (problem domain) untuk dapat menghasilkan sebuah SRS (software Requiremant Spesification) dan di sisi lain menguasai aspek technical dan implementasinya dalam software aplikasi (solution domain) untuk dapat menghasilkan DDD (Detailed Design Document). Seorang system analyst biasanya berangkat dari seorang programmer yang sudah mahir dan berpengalaman dalam software development. Kemampuannya dalam menangkap requirement dan proses bisnis, ketajaman analisis mengenai celah-celah dalam sistem serta kemampuan merekomendasikan solusi terbaik secara technical sangat diperlukan dalam mengembangkan software yang berkualitas dan dapat bermanfaat untuk meningkatkan kinerja proses bisnis suatu organisasi.

System analyst bekerja pada tahap requirement dan design, walaupun kadangkala juga diperlukan untuk menyeberang dari tahap requirement dan design ke tahap construction/implementaion (coding/programming). Tentunya ini wajar karena biasanya seorang system analyst dahulunya juga seorang programmer. Tetapi seorang yang benar-benar diposisikan sebagai system analyst, tugas utamanya adalah membuat requirement dan desain software.

catatan:
Untuk mengetahui lebih detail mengenai tahap pengembangan software (SDLC) akan saya jelaskan di artikel lainnya.

Kita sering mendengar istilah Programmer Analyst atau Analyst Programmer. Kedua profesi ini terdengar mirip, hanya saja dominasi pekerjaannya yang lebih ditekankan untuk diletakkan di depan istilah tersebut. Programmer Analyst adalah seorang programmer yang kadang kala bekerja sebagai system analyst tetapi dengan porsi yang lebih sedikit daripada sebagai programmer. Begitu pula sebaliknya untuk Analyst Programmer. Saya tidak bisa memastikan apakah penggunaan istilah itu benar secara bahasa tetapi profesi/posisi semacam itu memang ada di dunia kerja dan dicantumkan dalam iklan lowongan pekerjaan.

System Analyst:
Tugas:
1.  Membangun/mengembangkan software terutama pada tahap requirement, design dan sebagian dalam tahap construction/implementation
2. Membuat dokumen requiremant dan desain software berdasarkan proses bisnis customer/client
3.  Membuat proposal dan mempresentasikannya di hadapan stake holder / customer / client
4.    Membuat desain database bila aplikasi yang akan di bangun memerlukan database
5.    Membangun/mengembangkan framework/library untuk digunakan dalam pengembangan software oleh programmer

Keahlian yang Diperlukan:
1.     Menguasai hal-hal yang dikuasai programmer
2. Menguasai metode, best practice pemprograman dan tool/pemodelan pemprograman seperti OOP, design pattern, UML (kemampuan membangun/mendesain)
3.    Menguasai SQL,ERD dan RDBMS secara lebih mendalam
4.    Memahami tentang arsitektur aplikasi dan teknologi terkini

Latar Belakang:

Ilmu Komputer, Teknik Informatika, Manajemen Informatika, Matematika pemusatan studi Komputasi


3. Software Quality Assurance Engineer

Software Quality Assurance (SQA) engineer mungkin agak jarang terdengar di dunia kerja. Hal ini mungkin karena di Indonesia belum banyak lowongan kerja yang mencantumkan posisi ini. Bila anda pernah mendengar posisi “Software Tester”, maka itu termasuk dalam profesi ini. Salah satu tugas SQA engineer memang melakukan testing terhadap software, tetapi bukan itu saja sebenarnya pekerjaan profesi ini.

Dalam perusahaan software development yang cukup mapan dan telah menangani banyak proyek besar, SQA engineer sangat diperlukan terutama untuk menghasilkan software yang berkualitas. Tugas SQA engineer diantaranya adalah melakukan “quality assurance” (QA) dan “quality check” (QC) terhadap software. Pengembangan software harus sesuai dengan prosedur standar yang telah ditetapkan (QA) dan harus melalui proses testing (QC) yang sesuai. Di sinilah tugas SQA engineer untuk memonitor proses software development dan memperbaiki standar yang ada (improve) bila masi memiliki kelemahan.

Dalam software development, terdapat beberapa resiko yang ditanggung oleh para stake holders. Seperti terjadinya bug/defect, waktu pengembangan yang semakin panjang, resource yang semakin bertambah ataupun kendala-kendala lain yang tidak diperkirakan sebelumnya. Tugas SQA engineer yang persifat preventif adalah dengan meminimalisir resiko-resiko ini.

Untuk menilai kemapanan sebuah perusahaan, terutama yang bergerak dalam bidang software development, terdapat beberapa standar seperti CMMI Capability Maturity Model Integration. Singkatnya, makin tinggi level CMMI sebuah perusahaan, resiko project yang ditanganinya akan semakin kecil. Dengan begitu perusahaan dengan level CMMI yang tinggi dianggap sudah mapan dan dipercaya untuk mengerjakan proyek-proyek besar. Salah satu tugas SQA engineer adalah mengusahakan agar perusahaannya lulus sertifikasi CMMI di level tertentu.

Software Quality Assurance Engineer:
Tugas:
1.     Memonitor jalannya proyek software development apakah sudah sesuai dengan standar dan prosedur yang ada
2.    Merancang dan membuat test case / skenario software testing
3.    Melakukan testing sesuai dengan test case / scenario
4.   Merumuskan dan merancang peningkatkan efisiensi dan efektifitas standar proses yang digunakan

Keahlian yang Diperlukan:
1.   Menguasai hal-hal yang berhubungan dengan software testing (test plan, test case, testing automation, functionality testing, regression testing dll)
2.    Memahami tentang perinsip kerja software sesuai dengan platformnya masing-masing
3.    Memahami tentang SDLC dan metodologi software development seperti RUP, Agile, XP, Scrum dll
4.    Memahami standarisasi seperti CMMI
5.  Menguasai penulisan dokumen dan komunikasi verbal dengan baik (dalam bahasa Inggris dan Indonesia)

Latar Belakang:

Ilmu Komputer, Teknik Informatika, Manajemen Informatika


4. Software Engineer

Profesi software engineer sebenarnya ada kemiripannya dengan profesi programmer, system analyst ataupun SQA engineer. Yang membedakannya adalah software engineer memerlukan keahlian lebih mendalam dalam hal SDLC (Software Development Life Cycle) yaitu seluruh proses yang harus dijalani dalam pengembangan software. Pada level tertentu, seorang software engineer juga harus menguasai manajeman proyek software development. Salah satu standar SDLC yang umum digunakan dalam software engineering adalah SWEBOK (Software Engineering Body of Knowledge).

Kompleksitas dalam software develompment dari tahun-ketahun semakin kompleks dan jauh lebih kompleks dibandingkan pada saat awal komputer diciptakan. Untuk itulah para ahli dalam bidang software engineering menyusun berbagai metodologi untuk mengoptimalkan software development process agar dapat menghasilkan produk software yang sesuai dengan tuntutan perkembangan zaman. Keahlian unik seorang software engineer adalah kemampuannya untuk merekomendasikan dan menerapkan metodologi software development terbaik dalam sebuah proyek. Metode-metode software development populer seperti RUP, Agile, Scrum, XP, TDD, BDD memiliki keunggulan dan kelemahan dan tentunya diperlukan keahlian dan pengalaman dalam merekomendasikan dan mengimplementasikan metode yang paling cocok dalam sebuah proyek software development.

Bila programmer dan system analyst ada yang dipekerjakan di perusahaan-perusahaan yang core business-nya bukan software, software engineer umumnya dipekerjakan di perusahaan-perusahaan software development. Bila sebuah perusahaan memerlukan karyawan dengan posisi software engineer, maka kemungkinan besar perusahaan tersebut memerlukan karyawan yang dapat ditempatkan secara fleksibel. Misalnya di sebuah proyek, karyawan A dapat diposisikan sebagai programmer dalam tahap construction, sedangkan dalam proyek lainnya si A dapat diposisikan sebagai system analyst dalam tahap requirement dan design. Dapat pula si A diposisikan sebagai software tester, SQA engineer ataupun di posisi mana saja dalam SDLC.

Kemampuan untuk menguasai seluruh disiplin dalam SDLC tidak membuat software engineer selalu lebih unggul daripada programmer, system analyst atau SQA engineer. Pada tingkatan yang sama, misalnya pengalaman kerja 5 tahun, seorang sistem analyst tentunya lebih ahli dalam menangkap requirement dan bisnis proses serta membuat proposal. Seorang programmer tentunya lebih menguasai secara mendalam bahasa pemprograman dan IDE (Integrated Development Environment) tools serta trik-trik tertentu dalam bahasa pemprograman. Seorang SQA engineer lebih menguasai software testing dan quality assurance. Diluar hal itu, semuanya bergantung pada pribadi masing-masing dalam mengembangkan keahliannya di profesi apapun.

Software Engineer:
Tugas:
1.     Melakukan tugas-tugas programmer, system analyst dan sebagian tugas SQA engineer
2.    Merekomendasikan dan menerapkan metodologi terbaik dalam sebuah proyek software development

Keahlian yang Diperlukan:
1.     Menguasai hal-hal yang dikuasai programmer, system analyst dan SQA engineer (dalam porsi yang lebih sedikit)
2.Menguasai SDLC berdasarkan SWEBOK (requirement, design, implementation/construction, testing, maintenance)
3.    Menguasai metodologi software development seperti RUP, Agile, XP, Scrum dll


Latar Belakang:

Ilmu Komputer, Teknik Informatika, Manajemen Informatika, Matematika pemusatan studi Komputasi


5. Database Administrator (DBA)

Profesi Database Administrator (DBA) terkait erat dengan programmer dan system analyst. Seorang DBA biasanya pernah menjadi seorang programmer tetapi pekerjaannya lebih sering berkaitan dengan database. Perbedaannya dengan database application programmer adalah seorang DBA memiliki keahlian lebih mendalam dalam hal desain, optimasi dan manajemen RDBMS (Relational Database Managemant System) tertentu seperti Oracle, SQL Server, MySQL dll. Tentunya penguasaan terhadap SQL (Structured Query Language) mutlak diperlukan. DBA harus memiliki keahlian menterjemahkan requirement proses bisnis ke obyek-obyek dalam database seperti tabel, query\view dan stored procedure disamping keahliannya dalam optimasi database seperti tuning, indexing, clustering, backup data, maintain high availability dan sebagainya.

Salah satu tugas sehari-hari seorang DBA adalah memaintain database baik produksi, backup maupun development dalam perusahaan yang membutuhkan aplikasi database berskala besar untuk operasionalnya sehari-hari. Karena itu selain hal-hal yang berhubungan dengan software, seorang DBA juga perlu memahami beberapa hal tentang hardware seperti teknologi server, storage devices dll agar dapat merekomendasikan database yang optimal. Pengetahuan tentang server clustering, storage array network (SAN), RAID, backup devices dan optimalisasinya merupakan keahlian unik seorang DBA.

Dengan semakin berkembangnya berbagai teknologi ORM (object relational mapping), maka di kemudian hari pekerjaan programmer dan DBA akan semakin dapat dipisahkan. Bila di masa lalu banyak programmer yang merangkap sebagai DBA, di masa depan bisa jadi programmer semakin jarang menggunakan SQL karena semuanya sudah ditangani oleh komponen ORM. Di sinilah perbedaan bidang keahlian seorang DBA menjadi lebih terlihat dibandingkan dengan seorang programmer.

Dahulu saya pernah diamanati oleh atasan untuk mencari orang yang memiliki keahlian dalam bidang jaringan, server dan database. Hasilnya orang seperti itu tidak pernah ditemukan, karena itu sama saja menggabungkan kemampuan System Administrator dengan Database Administrator. Seorang System Administrator berlatar belakang computer system & networking Seorang DBA sebenarnya berlatar belakang software development. Dua hal tersebut bagaikan jalan bercabang yang harus dipilih oleh seorang profesional IT di awal karirnya.

Database Administrator:
Tugas:
1.     Merancang dan membangun database dalam sebuah sistem
2.    Merekomendasikan solusi terbaik dalam implementasi database baik dalam hal software maupun hardware
3.    Memaintain database agar dapat berjalan dengan baik dan optimal

Keahlian yang Diperlukan:
1.     Menguasai ERD, SQL dan desain database secara mendalam
2.    Menguasai berbagai teknik optimalisasi/tuning, backup dan maintain database
3.    Menguasai secara mendalam salah satu atau lebih RDBMS beserta tools yang ada.
4.    Memahami tentang salah satu platform/bahasa pemprograman untuk mengakses database
5.    Menguasai teknologi server, storage, operating system yang berkaitan dengan implementasi database

Latar Belakang:
Manajemen Informatika, Teknik Informatika, Ilmu Komputer


6. Software Architect

Software architect atau kadang disebut juga sebagai Technical Architect biasanya bekerja di perusahaan software development yang memiliki produk-produk software yang cukup besar dan kompleks. software architect bertugas untuk mendesain dan merekomendasikan secara technical mengenai bagaimana dan apa yang diperlukan dalam mengembangkan produk software tersebut. Profesional di bidang ini biasanya pernah meniti karir sebagai programmer, software engineer atau system analyst.

Bila system analyst harus memiliki pengetahuan yang berimbang antara proses bisnis (problem domain) dan software technology (solution domain), seorang architect dituntut untuk menguasai software technology secara lebih mendalam. Kemampuannya dalam hal technical sangat diperlukan dalam proyek-proyek software development berskala besar dan kompleks, dimana keputusan dalam pemilihan teknologi yang paling tepat dan penguasaanya sangat menentukan kesuksesan proyek. Keahlian utama seorang software architect adalah dalam bidang software design dan software development technology.

Software Architect:
Tugas:
1.     Merekomendasikan teknologi yang paling cocok untuk mengembangkan produk software
2.    Membuat standar-standar software development yang akan digunakan oleh tim programmer / developer
3.    Membuat rancangan/desain software dan proses pengembangannya secara keseluruhan

Keahlian yang Diperlukan:

1.Menguasai hal-hal yang dikuasai programmer, system analyst dan software engineer
2.Menguasai secara mendalam tentang software development technology
3.Menguasai penulisan dokumen dengan baik (dalam bahasa Inggris dan Indonesia)

Latar Belakang:
Teknik Informatika, Ilmu Komputer, Manajemen Informatika


7. Software Implementer

Software implementer kadang desebut sebagai “Implementer” atau “Software Support”. Profesi ini kedengarannya mirip dengan “System Support” di dunia Computer System & Networking (lihat di “Profesi di dunia IT Bagian 1). Memang secara pekerjaan ada kemiripan, tetapi sesuai penamaannya, dalam hal sesuatu yang disupport tentu sudah terlihat perbedaannya. Profesi software implementer tidak tergolong dalam bidang software development melainkan lebih dekat ke bidang software consulting.
Seorang software implementer/support bertugas men-support produk software yang akan diimplementasikan di sisi client/customer baik instalasi setting konfigurasi, modifikasi dan pelatihan untuk user-usernya. Umumnya software support tidak berurusan dengan masalah hardware/jaringan melainkan lebih ke produk software yang di support. seorang software implementer/support dibutuhkan dalam implementasi software yang cukup besar dan kompleks seperti software perbankan, asuransi, airline dll

Software Implementer / Support
Tugas:
1.     Melakukan instalasi/implementasi serta setting produk software di sisi client/customer
2.    Memelihara dan memastikan software yang sudah diimplementasikan berjalan dengan baik
3.    Melakuakan troubleshooting terhadap produk software
4.    Memberikan pelatihan (training) kepada para pengguna software

Keahlian yang Diperlukan:
1.     Menguasai secara mendalam produk software yang akan diimplementasikan
2.    Menguasai teknologi platform / sistem poperasi/ middleware (bila ada) yang dibutuhkan oleh produk software yang disupport
3.    Memahami insalasi, setting & troubleshooting produk software yang diimplementasikan

Latar Belakang:

Manajemen Informatika, Teknik Informatika, Ilmu Komputer, Teknik Komputer, Teknik Elektro (Pemusatan Studi Komputer)


8. Technical Consultant

Technical Consultan atau kadang disebut sebagai “Consultant” saja sesuai namanya bekerja sebagai konsultan IT. Tugas utama seorang konsultan adalah merekomendasika solusi teknologi IT terbaik untuk memecahkan masalah yang ada. Bila seorang software architect lebih menguasai solution domain, seorang technical consultant lebih menguasai problem domain. Seorang technical consultant mirip seorang system analyst yang lebih sering membuat konsep proses bisnis dan requirment daripada melakukan design atau coding. Technical consultant tentunya juga menguasai teknologi software development tetapi pada level yang lebih umum dan luas (high level) dan lebih condong termasuk dalam bidang software consulting.

Berbeda dengan software architect yang lebih banyak bekerja secara internal dalam perusahaan, technical consultant lebih banyak bekerja untuk memberikan konsultasi kepada client/customer dan lebih banyak berhadapan dengan banyak orang. Untuk itu dibutuhkan interpersonal dan writing skill yang memadai.

Apabila anda sering mendengar istilah ERP (Enterprise Resource Planning) consultant, profesi tersebut termasuk dalam technical consultant. seorang ERP consultant tentunya harus menguasai proses bisnis enterprise dan bagaimana mengimplementasikannya dalam produk software yang dikuasai / direkomndasikannya. Pada tulisan mengenai “Profesi di dunia IT Bagian 1
, saya pernah bercerita tentang IT specialist yang kedengarannya mirip dengan technical consultant dalam hal rekomendasi dan implementasi IT. Perbedaannya adalah, technical consultant lebih menguasai proses bisnis dan software sedangkan IT specialist lebih meguasai hardware dan jaringan serta software secara garis besar

Bila bekerja pada perusahaan yang menjual produk software, technical consultant biasanya lebih banyak bekerja pada tahap pre-sales. Pada tahap implementasi, technical consultant bekerja sama dengan software implementer. Setelah software terimplementasi (after sales), software implementer / support akan lebih banyak berperan dalam operasionalnya. Technical consultant akan diperlukan lagi bila ada perubahan proses bisnis, modifikasi atau penambahan modul yang cukup kompleks dalam software tersebut

Technical Consultant:
Tugas:
1.     Memberikan konsultansi/rekomendasi mengenai solusi IT terbaik untuk memecahkan masalah
2.    Membuat dokumen seperti proposal, requirement dan desain software secara umum
3.    Melakukan pelatihan (training) kepada para pengguna software

Keahlian yang Diperlukan:
1.     Berpengalaman dan menguasai berbagai macam proses bisnis enterprise atau jenis bisnis terentu
2.    Menguasai teknologi IT secara luas
3.    Menguasai secara mendalam tentang solusi software yang direkomendasikan
4.    Menguasai penulisan dokumen dan komunikasi verbal dengan baik (dalam bahasa Inggris dan Indonesia)

Latar Belakang:

Manajemen Informatika, Teknik Informatika, Ilmu Komputer, Teknik Komputer, Teknik Elektro (Pemusatan Studi Komputer)


9. User Interface Designer

Mungkin anda agak jarang mendengar nama profesi seperti ini karena memang istilah ini jarang digunakan. Ada iklan lowongan pekerjaan yang menggunakan istilah “User Interface Designer”, tetapi lebih sering digunakan istilah “Web Designer” untuk posisi tersebut.

Profesi yang terakhir ini memang agak sedikit berbeda dengan profesi-profesi sebelumnya karena orang-orang sukses di bidang ini umumnya memiliki bakat seni sekaligus kemampuan technical. Seorang user interface designer harus dapat membuat desain web yang manis, serasi, user friendly tetapi tetap efisien karena Internet memiliki bandwidth yang terbatas. Karena profesional di bidang ini lebih sering dipekerjakan dalam web development, maka profesi ini lebih sering disebut sebagai web designer.

Selain menguasai programming terutama web programming, seorang web designer juga harus menguasai tools dalam image design dan animasi seperti produk-produk Adobe/Macromedia, Corel dll. Dalam web development, user interface designer bekerja bahu-membahu dengan web programmer/developer untuk menghasilkan aplikasi web yang baik dalam hal tampilan dan fungsionalitas. Tampilan yang baik, menarik dan user friendly akan membuat aplikasi web tersebut dinilai lebih bermutu.

Kadang kala user interface designer juga disertakan dalam proyek-proyek non web, misalnya untuk membuat design icon, splash screen, logo dll. Contohnya, dewasa ini di platform Microsoft.Net dikenal adanya teknologi WPF (Windows Presentation Foundation). Dengan menggunakan teknologi ini, desain tampilan aplikasi desktop dapat dipisahkan dengan coding-nya. Seorang user interface designer dapat bekerja pada desain tampilan menggunakan XAML, sedangkan programmer/developer mengerjakan coding-nya di code-behind menggunakan C# atau VB.Net. Karena itulah profesi ini menurut saya lebih tepat dinamakan user interface designer.

User Interface Designer:
Tugas:
1.     Mendesain user interface agar menarik dan serasi secara visual dan user friendly
2.    Mendesain image/gambar/animasi yang akan digunakan di tampilan user interface (UI) software aplikasi

Keahlian yang Diperlukan:
1.     Memiliki bakat/minat di seni rupa / desain visual
2.    Memahami dasar-dasar pemprograman baik web maupun secara umum
3.    Menguasai scripting untuk user interface seperti seperti HTML, DHTML, CSS, JavaScript, action script, XAML dll.
4.    Menguasai tools manipulasi image dan animasi

Latar Belakang:
Seni Rupa (desain visual), Teknik Informatika, Ilmu Komputer, Manajemen Informatika